Spiga

AMNH 13-S FPI ™

judulnya aneh yaw ?

itu adalah judul karangan cerita BUKAN FIKTIF, asli dari ku...
kependekan dari...

"AMAR MA'RUF NAHI MUNGKAR 13 SEPTEMBER Front Pembela Islam"

wew, kerend yaw ?
{" yoh,yoh, ngono yo oleh... tapi ceritanya gimana.... ?!"}

ceritanya begini,
malam itu, malam ke 14 Ramadhan 1429 Hijriyah. Jam dinding masjid menunjukkan pukul 10.30 WIB. Kami... {"siapa kami ?"}, [seg nanti dulu tak jelaske, dengerin seg....]; para remaja dan pemakmur masjid [insya allah...] bersama dengan sodara" yang laen berinisiatif untuk melakukan "muter", alias berAmar Ma'ruf Nahi ; menegur yang salah dan menyeru kepada kebaikan...

Kami, para Mu'ammar ilal ma'ruf dan Munhauna minal Mungkar [ bener gak ya tata bahasanya...] yang terdiri dari 10 orang; plus beberapa orang yang tinggal di Masjid dengan 'sang' Amir, Mas Haris... adalah :

1. Sumarno [ namanya disini emang gitu...; tanpa penjelasan]
2. Dawam [ not identified exactly; orangnya care, perhatian, semangat, giat; sepengetahuanku looh... ]
3. Burhanuddin [ ustadz; ciee.....; di PonPes Al Abidin Banyuanyar]
4. Ari [ hanya tau panggilannya; pemakmur masjid, karena tidurnya di masjid ]
5. ToPan [ tetangga ku.... ]
6. Yasir Maulana [ al ambonie; orang ambon yang mencari ladang jihad di Solo]
7. Nonot alias Sulaksono [ 'hanya' guru TK; tapi jangan ditanya 'apa - apanya']
8. Nur Kholis [ 'guru' kungfu-ku; temen-ku, tetangga-ku]
9. Willy [ tetangga-ku, mahasiswa komunikasi UMS...]
10. aku alias Izzuddin [ kalo kau tanya di Polsek Colomadu, pasti kenal. Karena aku memalsu nama di sana.... ]

...... cukup perkenalannya.......

Cerita di mulai saat sudah berjalan motor - motornya; ada 5 motor... [ mereknya honda semua kayaknya, jadi SPONSORED BY HONDA ]...; kami keliling banyuanyar untuk mengingatkan dan mengajak kepada kebaikan...., dan Alhamdulillah tidak ditemukan orang - orang yang benar" 'edan' untuk melakukan mendem"an di kampung 'tanpa gereja' ini...

...perjalanan berlanjut ke Boyolali, tepatnya di depan asrama Haji Donohudan. di sana kami menemui orang yang baru 'ngombe', tapi hampir aja kelewat jikalau Mas Marno tidak cukup 'jeli' dan awas dalam mem'bau' "harum"-nya Ciu ato minuman keras itu...; di ingatkan mereka mau dan membuang sendiri Ciu-mereka; kemudian diajak ngobrol dan dinasehati; CLEAR...

...terus ke depan AURI, terus cari Bensin di dekat Pabrik Gula; di sana ketemu tetangga yang kafir baru 'pacaran' sama 'lonte' alias PSK; Mas Nonot emosi, terus di'parani', trus di'keplak', di'koploki' di'antemi', dia pergi...; CLEAR...

...nah, di sini, di daerah Trowangsan,Malangjiwan,Colomadu, Karanganyar. Kami ketemu orang baru 'ngombe' di samping kantor kepala desa; terus di kejar gak ketemu. Trus dibuwang ae Ciu-nya. Para bapak yang ronda, kami ingatkan...;CLEAR...

...sebelumnya kami juga ketemu sama beberapa anak muda sebaya-ku, yang lagi 'mendem' di depan MI di dekat daerah Bandara sono...; trus mereka lari, trus beberapa buat keributan sehingga Pak RTnya bangun dan menemui kami trus menasehati mereka..., pokoke beres juga;CLEAR..

... masalah muncul di saat kami menegur para preman yang baru 'ngombe' di trowangsan sini, setelah berdialog dengan mereka, mereka emosi dan melempar kami dengan batu dan botol kaca minuman keras-mereka, trus motor-ku dirusak skoknya [ sampai posting ini ditulis, skok-ku belum juga tak 'benak'-ke ], motornya mas Nonot dipecah lampunya, mas Burhan dipukuli pake batu, mas Marno ditendangi, {"lha kamu...?"}; aku sama Kholis membela diri sambil melarikan diri dan menolong; aku cuma sempet melempar batu 2 kali dan menendang muka salah satu dari mereka sekali; 15 menit kemudian suasana reda setelah mas Marno pura - pura nelpon polisi dan mereka melarikan diri....; NOT CLEAR

... pak Salman [ waka LUIS ], datang dan nyuruh kita lapor ke polisi tentang 'pengroyokan' ini. Terus aku lapor ke polisi - polisi 'tengik'.... aku ngaku namanya Izzuddin Abdus Salam terus lapor dan diintegorasi sampe gak tidur semaleman....; bersamaan dengan itu, para mujahidin lain dari masjid arofah, sekitar orang 100-an datang ke TKP dan 'menekan' atau membuat pressure serta mencari para preman kampung yang mengeroyok kami tadi. Sampe - sampe truk yang lewat diberhentikan...; aku bolak - balik Polsek dan PKU Muhammadiyah Solo untuk ngambil surat Visum untuk mas Burhan [ polisi ngrepoti, tengik, goblok, podo sontoloyo-ne....] dan sahur di warung dengan setengah gelas teh dan se'gitu'-lah nasinya dengan lauk semur apa gitu...

...paginya, pukul 07.00. kami sekitar 200-an orang bersama dengan anggota LUIS dan yang lainnya 'nggruduk' lagi di TKP buwat dokumentasi, dan mencari orang - orang yang terlibat kalo mungkin ketemu. Tapi nihil....

... 3 hari kemudian, polisi berhasil menangkap 3 tersangka dalam kasus 'pengroyokan' itu; kami-pun juga selalu mengawasi pemberitaan di koran; sambil menunggu berkembannya kasus, kami menjalani aktivitas seperti biasa [ aku sekolah.... huhuhuhu....]. dan yang tidak mengagetkan adalah para intel-polisi dan intel-preman selalu mondar - mandir di depan masjid dan di depan rumahku... [ karena masjidnya di depan rumahku... ^_^]....

... Hari ini begitu mengagetkan !!! Para 'preman' kampung itu meminta untuk bertemu dan meminta maaf; dalam pengakuaannya mereka menyesal dan terbawa emosi karena merasa di'mbau reksoni' oleh salah seorang di antara mereka yang kebetulan orang AURI; kami mengajukan MoU dan meminta ganti rugi dari mereka [ yang jelas untuk motorku dianggarkan...]; dan cukup sampe sekian dulu ya....

kalo ada pertanyaan tentang cerita yang nulisnya agak kacau ini, tulis di Komentar...., cukup sekian.

Hauserr mengatakan...

waduh, tanpa komentar euy...

Your cOmment"s Here! Hover Your cUrsOr to leave a cOmment.