Jum'at,5 Desember 2008, alias kemarin Aku masuk angin. Tapi sepertinya bukan cuma masuk angin biasa, karena sampai aku menulis postingan ini aku masih merasakan tidak enak badan yang luar biasa, luar biasa sakitnya dan menderitanya.
Benar - benar menyiksaku, karena semalam aku tidak bisa tidur dengan nyenyak sama sekali. Sebelumnya aku berniat untuk tidur di masjid seperti biasanya, tetapi karena tidak diperbolehkan oleh Abi dan Ummi, aku tidur di rumah. Hanya untuk memejamkan mata saja begitu sulit, bahkan pukul 1 pagi aku terbangun dan tidak bisa tidur hingga adzan subuh merasuki telingaku dengan mendayu - dayu, ya kebetulan rumahku ada di depan masjid. Yang membuat lebih menyiksa adalah kenyataan bahwa hari ini adalah hari ujian terakhir, walaupun yang diujikan hanyalah Bahasa Jawa dan Penjaskes.
Namun, tetap saja yang namanya Sakit tetaplah sakit yang menyiksa. Kebetulan ujian diadakan agak siang sedikit, pukul 09.45 jadi Aku masih bisa beristirahat melegakan seluruh tubuhku yang masuk angin. Tapi sepertinya ada yang aneh, karena aku sudah tidak merasakan demam dan pilek tetapi kok rasanya masih pegel - pegel ?
Aku mencoba merasakan keanehan rasa 'sakit' yang menyiksaku ini sambil berbaring di tempat tidur yang masih acak - acakan karena tidak ada tenaga untuk merapikannya. Kedua tanganku rasanya 'keju', orang Jawa ngomongnya begitu. Dan kakiku ototnya seperti kejang dan tertarik. Sungguh benar - benar menyiksa. Bahkan aku hampir memutuskan untuk tidak masuk sekolah dan mengambil Ujian Susulan jika saja Ummi tidak menganjurkan untuk masuk sekolah bagaimanapun caranya. Kemudian, aku mandi dengan seember air hangat untuk menuruti keinginan badanku walaupun kemudian rasanya sama saja. Tetap pegel dan 'keju'.
Di sekolah, aku lebih tersiksa karena harus mengerjakan ujian dengan merasakan pegel - pegel di kakiku. Jam pertama adalah Penjaskes, karena soalnya mudah - mudah dan mudah juga di'awur' maka hanya butuh waktu 15 menit unutk mengerjakannya. Perasaan lega menghampiriku setelah mengerjakan soal - soal ujian Penjaskes dan keluar kelas, namun ternyata itu hanya sebentar. Karena ujian selanjutnya masih harus menunggu 1 jam lebih 15 menit lagi, ya, menunggu kelas 1 untuk selesai mengerjakan ujian Geografi. Menyiksa sekali, menyiksa...rasanya benar - benar sakit di kaki, aku kemudian mengajak temanku untuk menemaniku ke UKS, dan kami tidur disana hingga ujian Bahasa Jawa datang waktunya.
Ujian Bahasa Jawa Aku lewati hanya 20 menit saja, dan kemudian keluar ruang ujian untuk siap - siap pulang. Tetapi ternyata, teman - teman mengajak untuk bermain futsal. Begitu menyesakkannya tidak dapat mengikuti ajakan teman - teman karena kakiku rasanya benar - benar sakit. Walaupun mereka berkata kalau Aku tidak terlihat sakit. Tapi apa orang sakit harus menunjukkan ekspresi sakit ? Maaf teman,
Do'akan semoga kakiku gak kenapa2...
Hore!!!
Akhirnya dapet PERTAMAX!!!
Comment Form Tutorial: English Version Versi Indonesia