Alhamdulillah, sudah bisa ngajak temannya ikut ngaji
Astaghfirullah, kok yang ngaji malah ikut pacaran ?
Ironis dan menyesakkan sekali ya ? Tapi seperti itulah yang saya dengar dari sahabatku. Begitulah tuturan spontannya saat kami sedang ngobrol di depan rumah salah seorang sahabatku lainnya. Kontan, kami bertiga bukannya diam atau bagaimana - bagaimana tetapi malah ketawa...
Pagi itu kami membicarakan banyak hal, dan yang menjadi 'fokus' utama adalah diriku yang sedang berubah. Yah, seperti yang diceritakan di dua kalimat di atas. Saya punya seorang teman yang mungkin sudah 'professional' di bidang pacaran (haa...?) yang dulu waktu kelas satu, satu kelas dengan Apip dan menjadi 'target' kami untuk diikutkan 'ngaji' pekanan bersama - sama dengan temen - temen satu angkatan, ya mungkin karena menurut kami dia mempunyai prospek dan potensial yang bagus jadi di target, tidak tahu juga pertimbangan siapa, tapi mungkin karena sudah takdirnya begitu dan mungkin sudah saatnya dikasi sama Allah hidayah dia jadi mendatangkan kami sebagai 'pemberi petunjuk' (hehehe...).
Singkat cerita, akhirnya dia berhasil di ajak pengajian pekanan tersebut di atas. Dan sudah berjalan sekitar hampir satu tahun saat posting ini ditulis dan lagi, yang menjadi aneh adalah 'Mengapa saya jadi ikut -ikutan 'pacaran' ?! Sebenarnya, bukan mau menjadikan dia sebagai 'objek' pembawa perubahan pada diriku tetapi hanya saja tidak lengkap ceritanya kalo tidak diikutsertakan yang pada akhirnya emang ceritanya saya jadi 'ikut - ikutan' karena sekarang di kelas dua ini saya sekelas sama dia.
Merasa bersalahkah ? Merasa mengecewakan-kah ? Itulah yang selama ini selalu menghantui saya. Walaupun saya tahu, jika temen - temen semua menilai pasti jawabannya YA. Tetapi, saya juga merasa tidak bisa dipersalahkan sepenuhnya karena mungkin faktor 'pengaruh' ato influence dari lingkungan juga ikut membawa perubahan pada diri saya. Walaupun saya tahu semua ini bagian dari kesalahan tapi begitulah, hidup tidak pernah tanpa cacat dan gejolak. LIFE IS NEVER FLAT...
Buat temen - temen satu halaqoh sama saya dan yang mengetahui jalan cerita di atas dimohon tidak membesar - besarkan dan menyebar - nyebarkan cerita di atas. Karena saya tidak ingin kemudian ada pertikaian dan pembunuhan (hohoho...).
Murabbimu sopo to???
ustad nafi'...
dpc banjarsari....
napa toh?
. dirimu dulu, selalu tegar dan kuat dalam memegang prinsip .
. tidak terbiasa mengikuti pengaruh yg buruk .
. semoga jiwa itu masih tersisa, walo sedikit adanya .
wkkk...
senasib bos..
tapi q dah tobat nieh (baca lum dapet ganti) :P
btw masih skul yah???
skul di mana?
lam kanal deh
add fsq http://profiles.friendster.com/wyvern3
q nak smait abu bkar..
Comment Form Tutorial: English Version Versi Indonesia